KLHK Sebut Pengolahan Limbah Baterai Diserahkan kepada APM

KLHK Sebut Pengolahan Limbah Baterai Diserahkan kepada APM - Direktur Pengendalian Pencemaran Udara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Dasrul Chaniago menuliskan bahwa agen pemegang brand  (APM) kendaraan di Indonesia mesti mempunyai tempat distribusi limbah baterai begitu memasarkan mobil hybrid atau listrik.


Anjuran ini guna mengantisipasi bahaya limbah baterai mobil listrik terhadap lingkungan. Jika APM tidak mampu, usahakan serahkan ke pihak kedua guna mengelola limbah baterai.

"Kalau produsen tidak dapat ya serahkan ke orang yang telah mampu," kata Dasrul ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (25/7).

Menurutnya, pemerintah tidak perlu menciptakan aturan khusus tentang pengolahan limbah baterai di dalam negeri. Dijelaskan Dasrul, produsen melulu tinggal menyesuaikan kondisinya dengan Undang-undang (UU) Nomor 32 Tahun 2009 mengenai Perlindungan dan Pengelolan Lingkungan Hidup.

"Tidak usah (UU eksklusif pengolahan limbah baterai), UU telah ada. Tinggal lihat saja definisinya masuk atau tidak kesitu. Kalau udah masuk lagipula yang bakal diatur," ucap Dasrul.

Dijelaskan Dasrul, pengolahan dapat melewati landfill atau sistem pengelolaan (pemusnahan) sampah dengan melemparkan dan menumpuk baterai di tempat cekung, lantas memadatkan kemudian menimbunnya dengan tanah.

Landfill, dirasakan Dasrul aman terhadap lingkungan dan pilihan terakhir bila cara daur ulang bangkai baterai kendaraan listrik di Indonesia belum tersedia.

"Jadi bila limbah yang telah tidak dapat diapa-apain ya dikubur," ucap dia.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Harjanto menuliskan bahwa memang guna pengolahan baterai pemerintah belum mengejar solusi yang tepat.

"Kami belum tahu bagaimana itu," jelas Harjanto.

Berdasarkan keterangan dari Harjanto, pengolahan limbah baterai menjadi 'pekerjaan rumah' untuk pemerintah. Perlu diingat, diterangkan Harjato, tak melulu Indonesia yang masih keadaan bingung untuk pengolahan limbah baterai, pemerintah China dan Jepang pun belum mengejar solusi yang tepat.

"Makanya tadi saya ucapkan yang mengelola baterai lithium tersebut setahu saya baru Belgia. Jadi kaya dari Jepang tuh diekspor ke Belgia guna recycle limbahnya," ucap dia. Ia juga belum bisa meyakinkanapakah teknik tersebut pun akan diterapkan Pemerintah Indonesia.

"Saya tidak tahu (apakah akan diubah di Belgia atau tidak). Makanya kami bakal lihat ini ke depan bagaimana. Waktu tersebut saya telah bicara dengan Nissan, Mercedes-Benz namun mereka belum dapat cerminan untuk mengelola limbah baterai," tegas Harjanto.

Sekian artikel saya tentang KLHK Sebut Pengolahan Limbah Baterai Diserahkan kepada APM semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "KLHK Sebut Pengolahan Limbah Baterai Diserahkan kepada APM"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel