Bisnis Otomotif Astra Hampir Anjlok

Bisnis Otomotif Astra Hampir Anjlok - Pangsa pasar penjualan mobil di bawah PT Astra International menukik sekitar semester setahun ini dibanding periode sama tahun lalu. Walau begitu, grup Astra masih mendapat deviden dari bisnis otomotif sebab tertolong penjualan sepeda motor dan bisnis komponen yang positif.


Selama periode enam bulan, penjualan mobil dalam naungan grup Astra (BMW, Daihatsu, Isuzu, Peugeot dan Toyota) hanya sanggup menjangkau 268.000 unit. Hasil tersebut menurun 10,06 persen dibanding periode sama 2017 yang menjangkau 298.000 unit.

Dalam penjelasan resmi, Kamis (26/7), grup Astra menyatakan "akibat dari bertambahnya kompetisi" soal penurunan penjualan mobil.


Efek kinerja semester I yang negatif, pangsa pasar grup Astra di penjualan mobil nasional menurun dari 56 persen menjadi 48 persen. Padahal, grup Astra secara borongan sudah mengenalkan 14 model baru dan empat model penyegaran sekitar semester kesatu.

Kenyataan itu dapat jadi pil pahit bikin grup Astra, karena kenyataannya total penjualan mobil di Indonesia bertambah empat persen pada semester I, menjadi 554.000 unit.

Otomotif Astra Terselamatkan
Laba bersih grup Astra dari sektor otomotif meningkat tidak banyak pada semester I menjadi Rp4,215 triliun, dari periode sebelumnya Rp4,2 triliun. Peningkatan didapat dari hasil penjualan motor dan bisnis komponen yang bisa mengimbangi penurunan penjualan mobil.

Satu-satunya wakil grup Astra di penjualan motor nasional, Honda, merasakan peningkatan pada semester I. Besarnya 11 persen menjadi 2,2 juta unit yang mewakili pangsa pasar 74 persen. Honda telah mengenalkan empat model baru dan 11 model penyegaran sepanjang semester I.

Di samping itu, labar bersih bisnis komponen yang diwakili Astra Otoparts meninggi empat persen menjadi Rp206 miliar. Penyebab utama penambahan yakni bertumbuhnya penjualan pasar pabrikan otomotif (OEM/Original Equipment Manufacturer) dan pasar suku cadang pengganti (REM/Replacement Market).

Bisnis Astra Masih Untung
Kendati bisnis otomotif bergejolak, tetapi grup Astra tetap menemukan laba bersih sebesar Rp10,4 triliun sepanjang semester I dari seluruh sektor bisnis atau bertambah 11 persen dari sebelumnya. Pendukung terbesar bertambahnya laba bersih yaitu penambahan pada bisnis perangkat berat dan pertambangan, serta jasa keuangan. Kontribusinya dapat mengimbangi melemahnya kontribusi pekerjaan operasional agribisnis dan infrastruktur.

"Kinerja Grup Astra sampai akhir tahun 2018 diperkirakan lumayan baik, didukung denganstabilitas perkembangan ekonomi Indonesia dan harga batu bara yang stabil, walaupun kompetisi di pasar mobil dan melemahnya harga minyak kelapa sawit menjadi perhatian," kata Presiden Direktur Astra International, Prijono Sugiarto.

Sekian artikel saya tentang Bisnis Otomotif Astra Hampir Anjlok semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Bisnis Otomotif Astra Hampir Anjlok"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel