Regulasi Mobil Listrik Masuk Tahap Akhir di Kemenperin

Regulasi Mobil Listrik Masuk Tahap Akhir di Kemenperin - Rancangan regulasi baru mengenai kendaraan listrik di Indonesia yang akandiabsahkan menjadi Peraturan Presiden (Perpres) akhirnya mendatangi titik terang.


Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Putu Juli Ardika mengungkap, rancangan regulasi tersebut kini sedang menjalani proses pemeriksaan  hukum secara internal.

"Memang kami dorong secepatnya, kami telah masuk ke biro hukum. Jadi legal draft tersebut perlu tidak banyak diperbaiki," ujar Putu akhir pekan lalu.

Berdasarkan keterangan dari Putu, rancangan ketentuan kendaraan listrik telah masuk dalam etape akhir. Meski begitu, masih perlu penyempurnaan oleh biro hukum sebagai pihak ahli.

Putu bercerita, sudah dilangsungkan rapat dengan biro hukum Kemenperin. Hasilnya disepakati, perumusan dapat selesai pekan ini.

Setelah rancangan ketentuan sempurna, maka tugas Kemenperin telah selesai. Berdasarkan keterangan dari Putu, rancangan peraturan tersebut nantinya di berikan ke Kementerian Kordinator Bidang Kemaritiman (Kemenkomaritim).

"Nanti setelah berlalu kami ucapkan ke Kemenkomaritim, sebab mereka kordinatornya. Kami hanya dapat menyampaikan, target kami akan berlalu di Kemenperin. Mudah-mudahan tidak hingga lewat Agustus," ujar Putu.

Isi Perpres
Sebelumnya Direktur Jendral Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin, Harjanto, menjelaskan, Kemenkomaritim yang memimpin perumusan Perpres mengenai kendaraan listrik. Kemenperin disebutkan bagian dari tersebut perumusan.

"Jadi terdapat dua urusan di dalam Perpres itu, kesatu soal infrastruktur, jadi bagaimana kesiapannya. Kedua, industri otomotif, bicara insentif, bicara definisi, dan sebagainya," ucap Harjanto.

Dijelaskan Harjanto, Perpres kendaraan listrik diciptakan bersinergi dengan Undang-Undang Nomor 3 2014 mengenai Perindustrian yang punya turunan Peraturan Presiden Nomor 15 2015 mengenai Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional Tahun 2015-2035. Di dalam Peraturan Presiden Nomor 15 itu, Harjanto menyinggung ada peta jalan industri otomotif ke depan.

"Pada dasarnya pengembangan kendaraan listrik ini kami mendorong diberikannya insentif, jadi konsep pembatasan tersebut agak sulit sebab kan pastinya konsumen yang bakal memilih. Pemerintah sifatnya melulu memfasilitasi, menciptakan ekosistemnya. Insentifnya juga dapat non-fiskal, contohnya parkir cuma-cuma buat mobil listrik," tutup Harjanto.

Sekian artikel saya tentang Regulasi Mobil Listrik Masuk Tahap Akhir di Kemenperin semoga artikel ini bisa bemanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Regulasi Mobil Listrik Masuk Tahap Akhir di Kemenperin"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel